Kendari – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Kendari kembali mencatatkan inovasi besar dalam pengembangan metode pembelajaran. Dosen Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Dr. (c) Lily Ulfia, M.E., menghadirkan terobosan baru dengan memanfaatkan teknologi Immersive berbasis Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) untuk Mata Kuliah Negosiasi Bisnis.

Langkah ini menjadikan IAIN Kendari sebagai kampus pertama di Sulawesi Tenggara yang resmi menerapkan teknologi Immersive dalam proses belajar mengajar, terutama untuk memberikan pengalaman simulasi negosiasi bisnis layaknya di dunia profesional.

Kaprodi MBS: Langkah Inovatif yang Perlu Diperluas

Kepala Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Miftahur Rahman Hakim, SEI., M.E., memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi langkah kreatif dan progresif yang dilakukan oleh Ibu Lily Ulfia. Terobosan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga mendorong mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan industri yang semakin digital,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Prodi Manajemen Bisnis Syariah berkomitmen mendorong dosen-dosen lainnya untuk mengembangkan metode pembelajaran berbasis teknologi, agar proses belajar menjadi lebih relevan dan kompetitif.

“Ke depan, kami ingin penggunaan teknologi Immersive diperluas ke mata kuliah lain, sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan menyeluruh,” tambahnya.

Pengalaman Belajar Baru Berbasis VR–AR

Melalui Laboratorium Multimedia IAIN Kendari, mahasiswa FEBI mendapatkan kesempatan merasakan simulasi negosiasi bisnis dalam lingkungan virtual interaktif. Teknologi ini membantu mahasiswa:

  • meningkatkan kemampuan komunikasi,
  • menyusun strategi negosiasi,
  • menganalisis situasi,
  • mengambil keputusan cepat,
  • dan berlatih dalam kondisi tekanan layaknya situasi bisnis nyata.

Dikutip dari website IAIN Kendari Dosen pengampu, Dr. (c) Lily Ulfia, M.E., menjelaskan bahwa pembelajaran Immersive memberikan pengalaman yang jauh lebih hidup dibandingkan metode konvensional.

“Simulasi VR memungkinkan mahasiswa belajar secara langsung, berinteraksi dalam skenario yang realistis, dan berlatih sebanyak yang mereka butuhkan tanpa risiko dunia nyata,” terangnya.

Dukungan Penuh dari Pimpinan IAIN Kendari

Dikutip dari website IAIN Kendar (2025) Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag., menyambut baik implementasi teknologi ini karena terbukti mampu menjembatani kemampuan teoritis dan keterampilan praktis mahasiswa.

“Teknologi Immersive menjadi solusi inovatif untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

Mahasiswa Antusias dan Siap Hadapi Dunia Bisnis

Mahasiswa FEBI menyampaikan bahwa penggunaan VR–AR membuat mereka lebih berani dan siap menghadapi praktik negosiasi di industri. Salah satu mahasiswa, Zulfahmi, menuturkan:

“Belajar pakai VR sangat berbeda. Saya merasa benar-benar berada dalam ruang negosiasi. Ini membuat saya lebih yakin menghadapi situasi nyata nantinya.”

Dilengkapi Pelatihan Pendukung

Program ini diawali dengan pelatihan:

  • immersive web design,
  • desain grafis,
  • dan public speaking,

untuk memperkuat kemampuan mahasiswa menghadapi pembelajaran berbasis dunia virtual.

IAIN Kendari Mantapkan Diri sebagai Kampus Inovatif di Sultra

Dengan implementasi teknologi Immersive dalam pembelajaran Negosiasi Bisnis, IAIN Kendari menegaskan posisi sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan konsisten menghadirkan inovasi pendidikan.

Kampus berencana memperluas teknologi VR–AR ke mata kuliah dan program studi lain demi meningkatkan daya saing lulusan di era digital.

Leave a Comment